Jakarta (ANTARA) - Sidang pleno untuk pengucapan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) telah dimulai di Mahkamah Konstitusi yang rencananya dilakukan hari ini menjadi sorotan masyarakat dengan segudang harapan.

"Saya ingin Jakarta tetap aman, apapun keputusan MK, jangan berbuat ricuh," kata seorang pegawai Telkom bernama Tata ditemui di Jalan Veteran, Jakarta.

Baca juga: Jalan Medan Merdeka Timur terimbas penutupan jalan jelang sidang MK

Menurut perempuan lulusan Bina Nusantara itu, kericuhan hanya akan menyebabkan ketakutan yang merugikan bangsa Indonesia.

Tata hendak menuju kantor Kimia Farma di Jalan Veteran untuk rapat. Dia harus berjalan kaki dari jalan layang kereta dekat Stasiun Juanda karena ojek online yang ditumpanginya tidak bisa mengantar hingga ke tujuan akibat penutupan jalan.

"Kericuhan seperti tanggal 22 yang dulu itu kan akhirnya merugikan masyarakat. Jangan lah," harap Tata.

Sementara itu, seorang warga asal Pemalang bernama Nano (30) mengaku datang ke Jakarta untuk mengikuti unjuk rasa di kawasan sekitar MK.

"Saya datang dari kemarin bersama teman saya. Tujuannya ya ingin demo kawal keputusan MK," ujar Nano.
Nano (kiri) dan Darmo (kanan) usai berfoto di Jalan Medan Merdeka Utara dekat Monas pada Kamis (27/6/2019). (Bayu Prasetyo)


Nano mengatakan dirinya akan mengikuti unjuk rasa dengan tertib dan damai.

Dia bersama temannya Darmo (36) berencana pulang ke daerah asal pada Jumat (27/6/2019).
Sebelum menuju Jalan Medan Merdeka Barat, Nano dan Darmo berfoto di Monas sisi timur laut.

Aparat keamanan terus berjaga dan menutup jalan di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta maupun gedung Mahkamah Konstitusi demi keamanan.

MK telah memulai sidang pleno sekitar pukul 12:30 WIB. 

Baca juga: Rupiah menguat jelang pengumuman hasil sidang MK
Baca juga: Warga Jakarta antusias menonton sidang MK
Baca juga: Massa mulai maju ke arah barikade kawat berduri

(T.B019/

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2019