Dalam pagelaran Annual Show Anggia Handmade kali kedua setelah 2016 itu, sang perancang memamerkan sekitar 75 koleksi busana berwarna monokrom dan coral dan tak semata evening wear seperti koleksi biasanya.
Anggia memperkenalkan karyanya untuk daily wear, syar'i, batik hingga baju koko dan menargetkan semua segmen pasar.
Dia menyiapkan semua koleksinya selama setahun terakhir, di masa kehamilan ketiganya. Inspirasinya bermula dari ide menciptakan busana yang sederhana, dengan cutting yang clean.
Untuk daily wear, ada sekitar 20 koleksi busana yang rata-rata menggunakan simple cut, clean dan menonjolkan warna monokrom dominan putih dengan aksen motif kotak. Material yang digunakan 100 persen cotton.
Setiap busana terdiri dari satu hingga tiga item yang bisa dipadupadankan dan menyasar mereka yang berusia 20-50 tahunan.
"Main styling saja untuk busana ready to wear, bisa dipadu padan sendiri. Tidak main banyak warna, dominasi putih, biru, mocca dengan aksen kotak-kotak dan cutting tak biasa," kata Anggia di Bandung.
"Target Anggi bukan hanya di Indonesia tetapi untuk penjualan di luar negeri, jadi cari warna-warna monokrom, yang orang Indonesia dan luar suka. Anggi cari yang wearable, bahannya nyaman dan bisa dipakai sehari-hari," sambung dia.
Dia juga mengeluarkan 10 koleksi busana wanita syar’i yang didominasi warna coral dan mocca. Semua koleksi ini merupakan gaun panjang dengan cutting A Line, dan detail lebih terfokus di bagian bawah berupa kombinasi bis dan kristal.
Busana bermaterial chiffon itu menurut Anggi ringan, sederhana dan tidak membentuk tubuh terlalu banyak.
"Bordir enggak full, simple. Bajunya bisa dipakai taklim atau umroh. Warnanya dominasi coral dan mocca. Untuk detail hanya bis dan kristal tetapi bukan Swarovski supaya harganya terjangkau. Lalu, Anggi menggunakan khimar," tuturnya.
Selain itu, ada juga 10 koleksi busana batik menggunakan pewarna alam indigo berupa blouse dan outer dengan pallazo dan kain sarung yang dapat digunakan sebagai koleksi office wear atau acara resmi.
Untuk pria, Anggia berkolaborasi dengan label Intresse, menghadirkan baju muslim koko berwarna monokrom dan coral dengan aksen motif tenun kontemporer. Material cotton dan polyesther mendominasi koleksi koko ini.
"Baju koko, Anggi menambahkan unsur tenun karena Anggi banyak mengambil detail tradisional. Bordir campur tenun," ujar Anggi yang berprofesi sebagai dokter gigi di Bandung.
Terakhir, ada juga koleksi luxurious yang masih menghadirkan detail bordir bermotif floral 3D berwarna pastel dengan aksen di bagian bawah. Koleksi ini menggunakan kombinasi warna coral dan mocca, dengan cutting A Line yang bisa dikenakan sebagai koleksi syar'i ataupun evening wear.
Baca juga: Ning Zulkarnain bawa 12 rancangan busana muslim ke ASC Fashion Week 2018
Baca juga: Alasan Dian Pelangi lebih senang fashion show di Timur Tengah
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019