Euro merangsek 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi 1,1797 dolar AS yang merupakan level paling tinggi sejak Januari 2015.
Para analis mengatakan data inflasi zona euro untuk Juli menunjukkan ECB akan terus menjalankan kebijakan moneter ketat. ECB memasang target inflasi di bawah dua persen.
"Ruang bagi ECB untuk terus menyanggah bahwa ekonomi tengah membaik tampaknya menyempit" kata Thierry Wizman dari Macquarie Group Ltd di New York.
Dolar juga menyentuh 110,32 yen yang merupakan level paling rendah sejak 15 Juni silam. Dolar terhempas karena lemahnya data inflasi AS yang membuat Federal Reserve tak bisa lagi menempuh kebijakan yang konservatif, apalagi data upah AS naik lebih tinggi dari perkiraan triwulan kedua, demikian Reuters.
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2017