Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyampaikan perempuan yang berdaya dan produktif kunci untuk menyambut bonus demografi.

"Perempuan harus diberdayakan. Kalau Anda suami, harus mendukung (istri). Kunci menyambut bonus demografi itu perempuan harus berdaya dan produktif," kata Hasto dalam temu media di Kantor BKKBN, Jakarta, Jumat.

Ia menyatakan untuk menyambut demografi, produktivitas kerja mesti ditingkatkan. Namun, saat ini rata-rata penduduk yang bekerja lebih dari 35 jam dalam sepekan tidak lebih dari 70 persen.

"Sisanya banyak nganggur. Pesan saya, gunakan waktu yang penting dan mendesak untuk bekerja menghasilkan sesuatu dan bisa menabung. Kalau perlu, tabungannya juga produktif, dan akan lebih hebat lagi kalau anak-anak muda bisa menciptakan dan merekrut tenaga kerja," ujar dia.

Baca juga: Kepala BKKBN: Aborsi korban pelecehan seksual jaga kesehatan mental

Baca juga: BKKBN: ANTARA berperan ubah pola pikir pentingnya kualitas keluarga


Terkait Generasi Emas 2045, Hasto mengingatkan masyarakat perlu waspada dan cemas mulai dari sekarang.

"Sejauh mana kesiapan kita, jika belum siap bahaya. Kalau mau cemas, sekarang cemasnya. Jadi, sebelum generasi emas harus cemas supaya kita siap," ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui keluarga, di mana syarat SDM berkualitas dan unggul adalah balita mesti sehat dan tidak stunting.

"Kualitas SDM itu sumbernya keluarga yang berkualitas. Di dalam SDM ada anak, remaja, usia kerja, dan perempuan. Itu semua ada di unsur-unsur keluarga, dan yang bisa mendorong orang itu berkualitas atau tidak adalah keluarga," tuturnya.

Ia juga mengingatkan perempuan yang hamil sebelum berusia 20 tahun berisiko melahirkan anak stunting.

"Jika perempuan sudah umur 35 tahun ke atas sebaiknya tidak hamil lagi karena berisiko bagi anak dan ibu, serta berpotensi melahirkan anak stunting sangat tinggi. Jangan juga hamil terlalu muda kurang dari 20 tahun karena berpotensi hal yang sama," ucap Hasto.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya persiapan kehamilan atau prakonsepsi bagi pasangan usia subur atau calon pengantin.*

Baca juga: Kepala BKKBN bantah satu perempuan wajib punya anak satu perempuan 

Baca juga: BKKBN: Perubahan iklim picu berbagai masalah kehamilan

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2024