Penting rasanya untuk segera mengambil langkah afirmatif, termasuk soal insentif pemberdayaan perempuan dan generasi muda.
Jakarta (ANTARA) - Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga menilai perempuan dan generasi muda yang berkecimpung dalam dunia pertanian merupakan tulang punggung dari ekonomi hijau berkelanjutan, sehingga membutuhkan afirmasi untuk mendorong pemberdayaan.

“Penting rasanya untuk segera mengambil langkah afirmatif, termasuk soal insentif pemberdayaan perempuan dan generasi muda guna mendorong peningkatan pendapatan di bidang pertanian,” ujar Ravindra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ravindra mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan pada 2023, hanya ada 14,5 persen dari 29,3 juta pemilik lahan di Indonesia, dengan 14,5 persen tersebut adalah perempuan.

“Secara umum, data tersebut membuktikan bahwa dunia tani masih didominasi oleh kaum pria. Mayoritas dari situasi tersebut lahir karena faktor pendidikan dan adanya peran ganda perempuan di rumah tangga,” ujar dia.
 
Meskipun perempuan juga terlibat menjadi petani, kata Ravindra, namun dalam konstruksi sosial, perempuan dinilai tetap hanya bertindak untuk membantu situasi ekonomi rumah tangganya.

Karenanya, ia menegaskan perlunya mendobrak hambatan sosial tersebut. Salah satunya, kata dia lagi, dengan cara meningkatkan keterlibatan antar-petani perempuan satu dengan lainnya, termasuk mengokohkan organisasi perempuan tani.

“Itu bisa dicapai melalui adanya RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani,” ujar Ravindra.

Lebih lanjut, melalui reformasi agraria, pemerintah Indonesia secara masif mendistribusikan sertifikat kepemilikan tanah, yang tidak hanya untuk laki-laki tapi juga perempuan.

“Sehingga, mereka dapat menggunakan lahannya tersebut sebagai pendapatan tambahan melalui jaminan pinjaman lahan,” ujarnya lagi.

Dia menjelaskan bahwa dari sisi legislasi, terdapat progres yang telah disusun dalam rangka meningkatkan peran perempuan dan kesetaraan gender.

Salah satunya adalah meratifikasi Konvensi PBB tentang Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan (UN Convention on the Elimination of Discrimination Against Women/CEDAW).
Baca juga: Menteri PPPA optimis afirmasi 30 persen perempuan di parlemen terwujud
Baca juga: "International Women's Day" momentum parpol afirmasi perempuan di DPR

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024