"Pilotnya itu teknokrasi, teknokrasi itu memberikan pilihan, nanti pemimpin politik yang melakukan eksekusi dari pilihan yang diberikan teknokrasi,"
Jakarta (ANTARA) - Bakal calon presiden Anies Baswedan menyatakan ke depan Indonesia harus mengembalikan teknokrasi, menjadi pilot dalam proses pembangunan.

"Pilotnya itu teknokrasi, teknokrasi itu memberikan pilihan, nanti pemimpin politik yang melakukan eksekusi dari pilihan yang diberikan teknokrasi," katanya dalam Sarasehan 100 Ekonom 2023 di Jakarta, Rabu.

Anies mengingatkan hal itu jangan dibalik. Dia pun mencontohkan, misalnya si A mempunyai minat investasi di satu bidang, lalu diberikan kepada negara. Lalu negara memberikan kepada teknokrat untuk mencari cara agar investasi itu bisa dilaksanakan. Dan itu kata Anies, sangat tidak baik.

Anies menggungkapkan penggunaan teknokrasi sudah dilaksanakan selama orde baru. Dimana teknokrat berada di depan, dan para pengusaha berada di belakang. Apa yang disampaikan teknokrat kepada negara, lalu dicarikan solusi, siapa yang akan mengeksekusi kebutuhan itu.

"Apa syarat agar teknokrasi pindah ke depan, adalah kepemimpinan mempercayai ilmu pengetahuan," katanya menegaskan.

Selain itu, ia mengusulkan paradigma untuk menghadirkan satu kemakmuran, yakni dari fokus utama pertumbuhan menuju pertumbuhan, pemerataan dan berkelanjutan, dari pendekatan sektoral menuju pendekatan sektoral dan teritorial, dari menyelesaikan proyek pemerintah menjadi menuntaskan persoalan warga.

Anies juga menekankan outcome yang harus dicapai berupa pengembangan kualitas manusia yang merata, pemerataan akses ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan sosial, serta peningkatan kemudahan berbisnis dan investasi inklusif.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima pendaftaran tiga pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa kampanye pemilu yang akan berlangsung mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, sementara pemungutan suara dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024.

Pewarta: Fauzi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2023