Beijing (ANTARA) - Seiring beroperasinya sejumlah proyek percontohan, pelabuhan dibuka, sistem logistik berhasil dibentuk, dan skala perdagangan ditingkatkan, "Two Countries Twin Parks" China-Indonesia kawasan Fuqing, yang terletak di Provinsi Fujian, China tenggara, berkembang pesat.
Kini, kawasan tersebut mulai menjajal mekanisme kerja baru untuk "Two Countries Twin Parks", yang mengutamakan sinergi industri, konektivitas sarana, dan kebijakan saling menguntungkan.
Menurut otoritas terkait di Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian, sebuah dokumen Rancangan Kerja Sama Industri Two Countries Twin Parks China-Indonesia sudah diloloskan panitia pakar, draf rancangan kawasan industri percontohan pun telah selesai disusun. Kini, terdapat 36 proyek investasi di kawasan Fuqing dengan nilai investasi mencapai 19,8 miliar yuan.
"Perusahaan di Fuqing dan perusahaan dari Indonesia sudah memiliki fondasi kokoh untuk menjalin kerja sama, Two Countries Twin Parks memberikan kami peluang penting baru bagi kami," kata Shi Jie, manajer umum dari perusahaan Shengtian, seraya menambahkan perusahaannya akan terus mendorong kerja sama dengan pihak-pihak terkait, di bidang pengolahan makanan laut dan industri perikanan.
Selain itu, sebuah pusat layanan pemeriksaan pangan serta pusat penelitian dan pengembangan gabungan China-Indonesia untuk makanan laut juga didirikan, bank patungan China-Indonesia dan dana industri juga sedang direncanakan. Sejumlah infrastruktur untuk memfasilitasi logistik pun dibangun dengan cepat.
Menurut Lin Youhua, Wakil Ketua Komite Manajemen Area Functional Fuqing, Proyek Two Countries Twin Parks akan lebih memanfaatkan keunggulan sumber daya dan fondasi industri Fujian dan Indonesia yang saling melengkapi serta lebih terintegrasi dengan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, membangun zona percontohan untuk kerja sama di bawah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).
Pewarta: Xinhua
Editor: Mulyo Sunyoto
Copyright © ANTARA 2022