Naiklah angkutan umum agar Palembang tidak macet dan udara menjadi lebih bersih
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan layanan angkutan feeder berupa angkutan kota sebagai angkutan pengumpan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Sumatera Selatan di Palembang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyerahkan secara simbolis berupa kunci angkutan kota (angkot) feeder kepada Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  Herman Deru dan Walikota Palembang Harnojoyo, Sabtu. 

“Kita terus sosialisasikan penggunaan angkutan umum agar kehadirannya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Naiklah angkutan umum agar Palembang tidak macet dan udara menjadi lebih bersih,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Sabtu.

Menhub mengatakan Kemenhub menyerahkan 29 angkot yang diberi nama New Oplet Musi Emas kepada Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

Pada awal operasional, layanan feeder akan melayani dua rute yakni lintas Talang Kelapa - Talang Buruk via Asrama Haji dengan panjang rute 20,4 km dan lintas Asrama Haji - Sematang Borang via jalan Noerdin Panji dengan panjang rute 40.2 km. 

Baca juga: Kemenhub jadikan Palembang contoh transportasi massal terintegrasi

Menhub menjelaskan upaya meningkatkan minat masyarakat untuk naik angkutan massal tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh kolaborasi Pentahelix yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pebisnis, komunitas masyarakat, dan juga media.

“Maka dari itu, hari ini saya di Palembang bersama Pak Gubernur, Walikota, dan sejumlah tokoh masyarakat Sumsel, ingin menyampaikan pesan dengan lebih luas dan masif kepada masyarakat Palembang, untuk sama-sama memanfaatkan angkutan umum yang sudah disediakan,” ujarnya.

Pada Maret 2022 Kemenhub telah mencanangkan Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum di Kota Palembang yang menjadi contoh transportasi lengkap dan terintegrasi di Indonesia, karena memiliki angkutan umum mulai dari BRT, LRT, angkot, sampai ke angkutan sungai yang saling terhubung.

Berdasarkan data, angka pengguna LRT Sumsel kian meningkat. Pada tahun ini hingga Mei 2022 penumpang LRT Sumsel telah mencapai 350 ribu penumpang, naik signifikan dibandingkan masa pandemi yang mencapai 150 ribu penumpang. Begitupun dengan tingkat keterisian BRT Trans Musi sudah mencapai 55 persen lebih setelah dilakukan penataan rute. 

Selain mengurangi kemacetan dan polusi udara, kehadiran angkutan umum juga menambah lapangan pekerjaan. Penyediaan angkot feeder di Palembang merekrut sebanyak 60 orang pengemudi.

Baca juga: Kemenhub integrasikan LRT, bus, dan angkot di Palembang
Baca juga: Menhub minta kebijakan dorong penggunaan transportasi massal Palembang


 

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2022