Sebelumnya, PBA adalah BUMN yang bergerak di bidang pelayaran dengan kepemilikan saham 100% milik Pemerintah. Pengalihan saham ke PLN ini dalam kerangka restrukturisasi bisnis PBA yang dalam lima tahun terakhir berada dalam kondisi tidak sehat. Di samping itu, pengalihan tersebut juga sangat menguntungkan PLN, terutama dalam menjaga keamanan distribusi pasokan batubara ke pembangkit PLN.
Pengalihan kepemilikan saham ini dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2011 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Dengan pengalihan saham tersebut maka saham pemerintah di PLN akan bertambah senilai saham PBA yang diserahkan ke PLN.
Setelah pengalihan saham ini, PBA akan diproses lebih lanjut menjadi anak perusahaan PLN. PLN berperan sebagai holding company sekaligus pemegang saham PBA. PLN akan mengembangkan bisnis PBA menjadi perusahaan yang sehat sekaligus mendukung keamanan distribusi pasokan batubara ke pembangkit listrik PLN. Kebutuhan batubara PLN telah meningkat hingga menjadi 65 juta ton per tahun seiring dengan mulai beroperasinya proyek-proyek pembangkit 10.000 Mega Watt (MW) tahap 1 pada tahun 2011 ini. Dengan memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran, maka PLN dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi laut batubara.
Demikian informasi ini kami sampaikan untuk dapat disebarluaskan kepada masyarakat.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Rudi Rusli, Kasubbag Publikasi dan Hubungan Media Massa, HP: 0818-795710, mewakili Kepala Biro Umum dan Humas, Kementerian BUMN atau Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, HP :0811-2294211
Pewarta: Djoko
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2011