Jakarta (ANTARA News) - PT Trikomsel Oke Tbk berhasil membukukan laba bersih Rp204,39 miliar pada 2010 atau naik 73,7 persen dibanding 2009 sebesar Rp117,69 miliar antara lain karena peningkatan penjualan telepon selular.

"Penjualan telepon selular selama 2010 tercatat sebesar Rp4,65 triliun naik 13,9 persen atau Rp566,83 miliar dibandingkan penjualan 2009 sebesar Rp4,08 triliun," kata Direktur Perseroan, Juliana Samudro di Jakarta, dalam keterangan tertulis Trikomsel yang diperoleh di Jakarta, Jumat.

Pada 2010 total penjualan bersih perusahaan tercatat Rp5,51 triliun dengan laba kotor Rp709,08 miliar. Sedangkan penjualan bersih 2009 sebesar Rp5,46 triliun dengan laba kotor Rp564,30 miliar.

"Keberhasilan kami terutama dalam menjalankan strategi yang fokus peningkatan marjin, penataan gerai ritel dan manajemen biaya yang membuat laba bersih tumbuh secara signifikan," kata Juliana.

Ia juga menjelaskan, kerja sama dan dukungan yang baik dengan prinsipal telepon selular dan beberapa institusi keuangan perbankan yang terjalin berkontribusi besar atas perkembangan yang sudah tercapai.

Adapun laba bersih per saham, ROA (tingkat pengembalian asset) dan ROE (tingkat pengembalian ekuitas) Perseroan 2010 tercatat masing-masing Rp46 per saham, 8,5 persen dan 23,9 persen. Sedangkan untuk tahun 2009 masing-masing sebesar Rp28 per saham, 6,0 persen dan 17,1 persen.

Pada sisi aktiva, terjadi peningkatan 22,8 persen dari Rp1,95 triliun per 31 Desember 2009 menjadi Rp 2,39 triliun per 31 Desember 2010. Total kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 meningkat Rp277,72 miliar dibandingkan tahun lalu menjadi Rp1,54 triliun.

Kenaikan kewajiban ini terutama disebabkan peningkatan utang bank sebesar Rp383,73 miliar yang digunakan Perseroan untuk modal kerja yang terus meningkat, namun terjadi penurunan rasio beban bunga terhadap pinjaman.

Total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan Rp167,48 miliar menjadi Rp854,91 miliar per 31 Desember 2010, seiring kenaikan pada laba bersih Perseroan yang terus meningkat.

Sedangkan EBITDA (laba bersih ditambahkan kembali dengan beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) perseroan meningkat 37,9 persen "year on year" dari Rp281,19 miliar menjadi Rp387,72 miliar.

Didirikan di Jakarta pada 1996, Perseroan dikenal di industri telekomunikasi Indonesia sebagai penyedia berbagai pilihan produk dan layanan komunikasi selular melalui gerai "OkeShop" dan para dealer-nya.

Perseroan mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia sejak 14 April 2009 dengan kode perdagangan TRIO dimana hal ini membuat Perseroan menjadi perusahaan pertama yang bergerak dalam bidangnya di Indonesia yang mencatatkan sahamnya di bursa.

Per 17 Maret 2011, harga saham Perseroan ditutup sebesar Rp610 naik dari harga awal pencatatan yakni sebesar Rp225.

(U002/S004/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011