Madrid (ANTARA News/AFP) - Polisi di Prancis pada Kamis (10/3) malam menangkap orang yang diduga pemimpin militer kelompok bersenjata separatis Basque (ETA), Alejandro Zobaran Arriola, demikian laporan radio nasional Spanyol.

Arriola termasuk di antara empat tersangka ETA yang ditahan dalam operasi oleh polisi Prancis di dekat perbatasan Belgia, kata radio itu mengutip sumber-sumber kepolisian antiteror.

Arriola, alias "Xarlas", adalah "pemimpin militer baru ETA", katanya.

Sumber-sumber Prancis yang dekat dengan operasi itu sebelumnya telah memastikan bahwa empat yang diduga anggota ETA telah ditangkap di daerah Pas-de-Calais. Identitas mereka dan pentingnya mereka dalam organisasi itu tidak dapat dipastikan, kata mereka.

Mereka tidak mengungkapkan lokasi tepatnya operasi itu, tapi harian penting Spanyol El Pais mengatakan di laman Internetnya, penangkapan itu terjadi di Willencourt, di barat kota Arras. Surat kabar itu sebelumnya melaporkan tempat tersebut adalah Beaulencourt.

Penangkapan itu terjadi di sebuah rumah tempat senjata api dan dokumen telah disita, kata sumber tersebut, yang menambahkan bahwa operasi itu berlanjut pada Kamis malam hingga Jumat.

ETA telah disalahkan karena kematian 829 orang dalam serangan pemboman dan penembakan empat dasawarsa untuk memaksakan pembentukan tanah air Basque di Spanyol utara dan Prancis baratdaya.

Pemerintah Spanyol yakin serangan mereka terhadap ETA telah melumpuhkan kemampuan operasinya, dengan puluhan penangkapan, termasuk sejumlah pemimpin pentingnya, yang dilakukan bekerjasama dengan pasukan negara lainnya khususnya Prancis.

ETA pada 10 Januari lalu mengumumkan "gencatan senjata umum dan parmanen" untuk dibuktikan oleh masyarakat internasional. Itu adalah pernyataan gencatan senjata permanen sepihak pertama dalam serangan pemboman dan penembakan ETA untuk memperoleh tanah air merdeka dari Spanyol, yang telah merenggut nyawa 829 orang.

Tapi, Perdana Menteri (PM) Spanyol, Jose Luis Rodriguez Zapatero, menolak untuk pengumuman hal itu. Ia hanya mengatakan, tidak ingin kurang dari pembubaran ETA, dan pemerintahnya telah berjanji untuk menburu anggota-anggota ETA.

ETA mengumumkan gencatan senjata pada Maret 2006 dalam kerangka kerja pembicaraan dengan pihak Madrid. Tapi, sembilan bulan kemudian kelompok itu meledakkan bom di area parkir mobil di bandara Madrid, sehingga menewaskan dua orang. Dan, ETA melakukan serangan terakhir di Spanyol pada Agustus 2009.
(Uu.S008/S004)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011