Badan PBB itu juga mengkhawatirkan pergolakan di Afghanistan dapat menyebabkan lonjakan infeksi virus corona, dengan pelaksanaan tes COVID-19 turun 77 persen dalam sepekan terakhir, kata pejabat kantor WHO untuk Mediterania Timur.
Pejabat tersebut mengatakan 95 persen fasilitas kesehatan di Afghanistan masih beroperasi, namun sejumlah staf perempuan belum kembali bertugas dan beberapa pasien perempuan takut untuk meninggalkan rumah mereka.
Pengiriman 500 ton lebih pasokan medis yang terdiri atas peralatan bedah dan paket makanan untuk penderita gizi buruk juga tertunda karena pembatasan di bandara Kabul, kata WHO.
Sumber: Reuters
Baca juga: WHO: Bantuan medis terhambat penutupan bandara Kabul
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2021