Makassar (ANTARA News) - Ratusan pengunjuk rasa di Makassar, Senin, meminta kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencopot Kapolri Bambang Hendarso Danuri dari jabatannya.

Dalam aksinya di gedung DPRD Sulsel, massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Lembaga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) dan lembaga mahasiswa lainnya menuntut Kapolri diberhentikan sebagai bentuk pertanggungjawabannya atas penyerangan dan pengrusakan wisma HMI Cabang Makassar yang diduga dilakukan oknum polisi.

Tuntutan serupa juga dialamatkan kepada Kapolda Sulselbar dan Kapolwiltabes Makassar yang diminta turun dari jabatannya atas insiden yang memicu aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai penjuru tanah air.

Pasca pengrusakan Wisma HMI Makassar, pengunjuk rasa menuding oknum polisi telah melakukan kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa dengan sengaja melakukan provokasi yang menyebabkan bentrokan antara mahasiswa dengan warga.

Mereka juga meminta transparansi Kapolda Sulselbar mengenai proses hukum atas oknum polisi yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Dalam orasinya, salah satu anggota HMI menyebut aparat kepolisian tidak tau berterima kasih, karena HMI disebut salah satu organisasi pergerakan dibalik kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, HMI, LMND, bersama massa dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Lembaga Dakwah Mahasiswa Indonesia, juga menuntut pengusutan tuntas kasus Bank Century.

Aparat kepolisian sendiri dalam menghadapi pengunjuk rasa, melakukan pendekatan persuasif dengan menempatkan Polisi Wanita (Polwan) di garda depan pintu masuk DPRD Sulsel.

Pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah mereka diterima anggota DPRD Sulsel, serta pernyataan sikap mereka di fax ke pusat oleh staf DPRD. (AAT/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010