"Itu fitnah, semua itu palsu dan tidak benar," kata Kepala Biro Humas Depkeu Harry Z Soeratin di Jakarta, Jumat.
Menurut Harry, tudingan itu mengarah kepada pembunuhan karakter Menteri Keuangan Sri Mulyani di masyarakat.
"Apa yang disampaikan mengarah kepada `personal character assasinantion` (pembunuhan karakter perorangan) dan terkesan tendensius. Menkeu tidak pernah melakukan apa yang disampaikan itu," katanya.
Sebelumnya anggota Panitia Angket Kasus Bank Century DPR, Bambang Soesatyo mengatakan, dirinya memiliki bukti rekaman percakapan antara Menkeu Sri Mulyani dan pemilik Bank Century saat itu Robert Tantular.
"Rekaman percakapan itu makin menguatkan dugaan bahwa bantuan dana talangan dari BI ke Bank Century tidak murni," kata Bambang setelah rapat paniitna angket kasus Century di Jakarta, Jumat.
Menurut Bambang, dalam rekaman itu Sri Mulyani mengatakan kepada Robert Tantular bahwa KSSK akan melakukan rapat tertutup untuk memberikan bantuan dana talangan ke Bank Century.
Dalam rekaman itu Sri Mulyani mengatakan kepada Robert Tantular bahwa KSSK akan melakukan rapat tertutup untuk memberikan bantuan dana talangan ke Bank Century.
Robert Tantular menjawab, "Silahkan saja Bu, tapi dalam laporan agar ditulis bantuan diberikan karena terjadi krisis finansial," kata Bambang menirukan isi rekaman.
"Rekaman percakapan itu terjadi pada 21 Nopember 2008 pada sebuah rapat," kata Bambang yang tidak menyebutkan rapat apa dan dari mana dia memperoleh rekaman itu.(*)
Pewarta: Ricka Oktaviandini
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009
Kenapa harus mempersoalkan pembicaraan Mulyani dg Tantular , ( kalo mmg itu trjadi).Ingat, langkah KSSK ini bukan tindakan diam2,sebagaimana kasak kusuknya Anggodo dgn Petnggi Kejagung tp terbuka dan FORMAL.