Denpasar (ANTARA News) - Lima gadis Bali yang menjadi korban aksi teror di Mumbai, India, dijemput pihak keluarga di Bandara Ngurah Rai, Denpasar,  Bali, Minggu. Dalam penjemputan mereka didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bali, Komang Rai Sujaka, serta Kasubdin Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Diskanakertran Bali, AA Putra Adhi. Rombongan tampak menunggu dengan cukup antusias di kawasan pintu kedatangan internasional bandara internasional tersebut. Putra Adhi mengyebutkan, sesuai yang direncanakan, kelima tenaga kerja Indonesia yang sempat disandera para teroris di Mumbai tersebut, akan tiba dengan pesawat di Bandara Ngurai Rai pada pukul 12.00 Wita. "Rencananya sih tiba jam 12.00. Mudah-mudahan tidak ada  penundaan jadwal penerbangan pesawat dari Mumbai," katanya. Orangtua Kadek Edi Dharmayanti (24), salah seorang dari lima WNI asal Bali yang sempat tersandera teroris itu, mengaku sudah begitu rindu untuk dapat melihat wajah anaknya. "Saya sudah cukup lama berpisah. Sekarang katanya anak saya mau pulang, lega dan rindu sekali perasaan saya," kata Wayan Sandat (50), orangtua Dharmayanti alias Yanti. Sependapat dengan Sandat, beberapa penjemput lain pun mengaku begitu kangen dan rindu kepada keluarganya yang akan pulang ke Bali setelah mereka dinyatakan selamat dari tragedi yang meletus di Mumbai, India. Selain Yanti, tercatat ada empat korban lainnya asal Bali yang dilaporkan selamat setelah menjalani penyanderaan di Mumbai sejak 26 hingga 28 November lalu. Mereka adalahi Gusti Ayu Putu Sri Rahayu, AA Komang Tri Astini, Ni Nyoman Sri Arini dan Ni Luh Gede Mahendrayani. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008