Nganjuk (ANTARA News) - Penemu bahan bakar alternatif asal Nganjuk, Jawa Timur, Djoko Suprapto, berhasil membuktikan bahwa bahan bakar "blue energy" dari air yang ia temukan bisa bekerja ketika digunakan untuk menghidupkan generator atau genset. Dalam ujicoba yang digelar di depan rumahnya di Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kamis, Djoko juga berhasil menghidupkan alat pembangkit listrik mandiri yang juga hasil karyanya. Ujicoba dua penemuan Djoko itu disaksikan oleh Dandim Nganjuk, Letkol (Art) Chrisetyono, warga sekitar, dan juga Toriq dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), orang yang selama ini menginginkan Djoko membuktikan temuannya itu di depan wartawan dan masyarakat. Pembangkit listrik mandiri berupa kotak berukuran kecil persegi empat warna merah ciptaan Djoko itu dapat menghidupkan lampu dan alat mesin bor hanya dengan pemantik berupa enam buah baterai kecil yang dibungkus gulungan koran. "Alat ini bisa memiliki kekuatan hingga mencapai 10.000 watt dengan voltage 220. Anda bisa saksikan semua, tidak ada kabel yang menghubungkan ke listrik dalam alat ini," kata Djoko di depan ratusan warga masyarakat. Djoko menyebutkan alat yang oleh UMY dinamai pembangkit Jodhipati ini lah yang ditawarkannya kepada UMY. "Pak Toriq (utusan tim Banyugeni UMY) bisa membuktikan sendiri berapa besar kekuatan listrik di dalam ini. Kalau mau nyoba, silahkan sentuh alat ini ada setrumnya atau tidak," kata Djoko kepada Toriq yang selama ini dianggap mengintimidasinya. Sebelumnya Djoko sempat histeris beberapa saat setelah berhasil menghidupkan mesin generator berbahan bakar energi alternatif air. Dia berteriak kepada Toriq untuk bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat dan wartawan yang menyaksikan ujicoba tersebut. "Ayo Toriq, jelaskan ini karena selama ini Anda yang mengintimdasi yang menganggap saya berbohong," kata Djoko dengan nada emosional yang kemudian ditenangkan oleh Dandim Nganjuk dan beberapa anggota keluarganya. Toriq menjelaskan bahwa selama ini dia diminta oleh tim Banyugeni UMY untuk menyelidiki hasil temuan Djoko. Dia menyampaikan dua tuntutan kepada Djoko, yakni temuan Djoko harus bisa dibuka kepada masyarakat umum dan dia sebagai utusan tim Banyugeni. Djoko juga harus bisa mempertontonkan temuannya di depan para wartawan. "Dan saya bersyukur karena dua tuntutan ini telah dipenuhi oleh Pak Djoko. Saya dengan mata kepala sendiri membenarkan hasil temuan ini," kata Toriq yang mengaku diminta oleh tim Banyugeni UMY sekaligus untuk mendapatkan investor mengenai temuan Djoko tersebut. Namun demikian Toriq masih meminta kesedian Djoko Suprapto agar alat temuannya itu bisa diteliti oleh para pakar seperti dari LIPI, BATAN dan lainnya agar supaya masyarakat tahu manfaat dari hasil temuan tersebut. Djoko sendiri sebelumnya meminta kepada wartawan agar bahan bakar alternatif temuannya tidak dikait-kaitkan dengan bahan bakar blue energy seperti yang selama ini marak diberitakan. "Jadi saya ini ingin mensinergikan antara air dan bahan bakar. Alat generator tadi itu komposisi bahan bakarnya terdiri atas 70 persen air dan 30 persen solar. Bahkan saya mampu menjadikan 90 persen air dan 10 persen solar. Inilah yang saya sebut sebagai bahan bakar alterntif ramah lingkungan," katanya. (*2)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2008