Miranshah, Pakistan (ANTARA News/AFP) - Serangan rudal AS Sabtu menewaskan sedikitnya empat gerilyawan di sebuah daerah suku di Pakistan, demikian pejabat keamanan dan intelijen Pakistan.

Rudal itu menghantam sebuah kompleks di desa Ismael Khel, 40 Km di barat Miranshah, kota penting di daerah suku Waziristan Utara di perbatasan Afghanistan.

"Sebuah pesawat mata-mata AS telah menembakkan dua rudal, yang menghantam kompleks yang digunakan oleh gerilyawan sebagai pusat latihan," seorang pejabat senior keamanan menjelaskan kepada AFP.

Ia menyatakan identitas gerilyawan itu tidak diketahui dengan segera dan menambahkan bahwa juga tidak jelas apakah ada sasaran bernilai-tinggi hadir di tempat itu pada waktu serangan tersebut.

Seorang pejabat intelijen di daerah itu juga mengkonfirmasi serangan dan korban tersebut. "Korban tewas terakhir adalah empat sekarang," katanya.

Beberapa warga mengatakan bahwa kompleks itu milik seorang anggota suku setempat bernama Rasta Barkhan yang memiliki hubungan dengan gerilyawan Taliban.

Seorang warga setempat tanpa menyebut nama mengatakan bahwa lima pesawat mata-mata telah melakukan penerbangan dengan ketinggian rendah sebelum serangan rudal tersebut.

Menurut beberapa pejabat, serangan itu terjadi di kubu pertahanan Hafiz Gul Bahadur, seorang gerilyawan yang berperang bersama Taliban ketika tentara pimpinan-AS menyerang Afghanistan.

Bahadur memiliki reputasi mengontrol 2.000 gerilyawan yang ia kirim melintasi perbatasan tapi tidak menyerang di Pakistan.

AS tidak mengkonfirmasi serangan pesawat mata-mata itu, tapi militernya adalah satu-saunya pasukan yang menggelar pesawat mata-mata tempur di wilayah tersebut.

Itu adalah serangan rudal keenam oleh peswat mata=mata tak berawak AS sejauh ini tahun ini, ketika pemerintah Presiden AS Barack Obama menempatkan Pakistan di pusat perangnya melawan Alqaeda dan gerilyawan garis keras.

Yang diduga pesawat mata-mata AS makin menargetkan serangannya di Waziristan Utara, markas gerilyawan Alqaeda, Taliban dan jaringan Haqqani yang menyerang 113.000 tentara AS dan NATO yang berperang di Afghanistan yang berdekatan.

Washington telah meningkatkan tekanan kepada Pakistan untuk mengatasi gerilyawan yang menggunakan wilayahnya untuk melancarkan serangan di Afghanistan dan beberapa pejabat Pakistan mengatakan bahwa program pesawat mata-mata yang sangat rahasia telah menewaskan sejumlah gerilyawan penting.

Namun serangan di wilayah Pakistan itu telah meningkatkan sentimen anti-Amerika di negara Muslim bersenjata-nuklir tersebut dan pemerintah secara terbuka mengecam serangan itu.

Berbicara dalam kunjungan ke Islamabad Jumat, senator Republik Jhn McCain membela serangan itu dengan mengatakan "teman-teman tidak selalu sepakat mengenai setiap masalah", dan mengakui bahwa itu adalah masa ketagangan antara negara-negara tersebut.

"Kami akan terus berusaha untuk menemukan alasan bersama dengan pemerintah Pakistan seperti kami telah melakukan apapun semampu kami ... untuk melindungi Amerika dari serangan terors yang mungkin bermarkas di sini dan beroperasi di luar Afghanistan," katanya.

Komentarnya dikemukakan satu hari setelah Alqaeda menurut laporan mengatakan serangan di sebuah markas milier AS di Afghanistan timur yang menewaskan tujuh agen CIA bulan lalu dilakukan untuk membalas serangan pesawat mata-mata yang telah menewaskan sejumlah gerilyawan penting.

Waziristan Utara berdekatan dengan Waziristan Selatan, tempat Pakistan telah memusatkan serangan militernya yang ambisius terhadap gerilyawan Taliban. Telah dikirim sekitar 30.000 tentara ke daerah itu pada 17 Oktober lalu.(*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010