Riyadh (ANTARA News/Reuters) - Arab Saudi, Sabtu, mendesak Iran agar mengizinkan seorang putri Osama bin Laden, yang melarikan diri dari tahanan rumah dan berusaha berlindung di Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran, untuk meninggalkan negara Persia itu jika dia mau.

Iman bin Laden dan lima saudaranya ditahan di Teheran sejak serbuan pimpinan AS terhadap Afghanistan pada 2001, demikian laporan harian Arab Saudi, Asharq Al-Awsat, pada Desember.

Iman (17) melarikan diri selama perjalanan yang langka ke luar negeri pada November dan pergi ke kedutaan tersebut, kata surat kabar itu.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal mengatakan pada suatu taklimat di Riyadh bahwa Iman mesti diperkenankan meninggalkan Iran.

"Kami menganggap ini murni sebagai masalah kemanusiaan dan kami mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Iran untuk memperlakukan masalah itu sebagaimana adanya dan memberi pilihan untuk pergi bagi gadis tersebut," katanya.

Asharq Al-Awsat, milik sepupu Pangeran Saud, telah melaporkan bahwa Kedutaan Besar Arab Saudi telah memberi Iman surat izin perjalanan sementara guna memungkinkan dia kembali ke Arab Saudi.

Hubungan Arab Saudi dan Iran yang non-Arab, ditandai dengan persaingan regional dan saling tak percaya terutama karena ketegangan sektarian di wilayah itu antara pemeluk Sunni dan Syiah --dua aliran utama Islam-- dan yang paling belakangan mengenai rencana nuklir Iran.

Ayah Iman, Osama bin Laden, dilahirkan dalam keluarga kaya di Arab Saudi, tapi kewarganegaraannya telah dicabut.

Pemimpin jaringan Al-Qaida itu diduga bersembunyi di daerah pegunungan di perbatasan Afghanistan dengan Pakistan, yang kini menjadi sasaran serangan militer Pakistan dan incaran Amerika. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010