London (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Indonesia Mari Elka Pangestu, akan menjadi tuan rumah pertemuan informal para menteri perdagangan negara-negara anggota G-33 yang akan digelar 29 November 2009.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Markas Besar WTO (organisasi perdagngan dunia) di Jenewa," kata Sekretaris I Perwakilan Tetap RI di Jenewa Muhsin Syihab kepada Koresponden ANTARA di London, Rabu.

Pertemuan tersebut, katanya, digelar bersamaan dengan kehadiran para menteri perdagangan G-33 dalam Konferensi WTO di Jenewa.

Pertemuan tersebut diharapkan memberi kesempatan besar bagi anggota G-33 untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk proses masa depan perundingan WTO.

Kelompok G-33 dibentuk pada tahun 2003 usai Konferensi Menteri WTO ke-5 di Meksiko.

Kelompok ini memastikan bahwa keamanan pangan, mata pencaharian pedesaan, dan pembangunan pedesaan, berada dalam kerangka negosiasi pertanian WTO Doha Development Agenda.

Anggota G-33 terdiri atas 46 negara berkembang, terus mempromosikan perlakuan khusus dan berbeda melalui konsep produk khusus (special product-SP) dan mekansme pengamanan khusus (special safeguard mechanism - SSM) untuk semua negara-negara berkembang.

Dibentuknya kelompok G-33 bertujuan untuk menerapkan konsep SP dan SSM yang digunakan dalam modalitas dari perundingan pertanian WTO.

Grup menganggap konsep SP dan SSM sebagai dasar dan instrumen kebijakan utama untuk menjamin kelangsungan hidup sejumlah besar petani kecil dan miskin di pedesaan.

Anggota G-33 adalah Antigua dan Barbuda, Barbados, Belize, Benin, Botswana, Bolivia, Cina, Cote d`Ivoire, Kongo, Kuba, Dominika, Republik Dominika, El Salvador, Grenada, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, India.

Anggota G-33 lainnya adalah Jamaika, Kenya, Republik Korea, Madagaskar, Mauritius, Mongolia, Mozambik, Nikaragua, Nigeria, Pakistan, Panama, Filipina, Peru, Saint Kitts & Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Senegal, Sri Lanka, Suriname, Tanzania, Trinidad dan Tobago, Turki, Uganda, Venezuela, Zambia, dan Zimbabwe.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009