Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono akan memimpin delegasi Indonesia menghadiri KTT Ketahanan Pangan Dunia (World Food Summit) di Roma, Italia, demikian Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Kamis.

"Minggu depan di Roma ada World Food Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi Ketahanan Pangan," kata Bayu.

Ia menyebutkan, Wapres Boediono akan menyampaikan pidato Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Roma.

Bayu memaparkan, KTT Ketahanan pangan adalah bagian dari serangkaian respon dunia sejak terjadinya krisis harga pangan pada 2007-2008.

Menurut dia, dua isu pokok akan mempengaruhi posisi Indonesia dalam konteks ketahanan pangan global, yaitu perubahan iklim dan upaya pengembangan kerjasama internasional.

Dalam konteks perubahan iklim, internasional menganggap Indonesia memberikan kontribusi terjadinya perubahan iklim seperti melalui proses rumah kaca dan emisi karbon, amun di sisi lain Indonesia adalah juga korban ketidakpastian iklim.

Indonesia menawarkan sejumlah solusi dalam masalah ketahanan pangan, perlunya perkuatan ketahanan pangan Indonesia dan pemanfaatan potensi produksi pangan Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh dunia.

"Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia maka jika ketahanan pangan Indonesia terjaga, maka tidak akan ganggu pasokan pangan dunia," kata Bayu.

Indonesia, kata Bayu, telah mengambil beberapa inisiatif untuk ketahanan pangan dunia, misalnya pada Maret 2008 saat Presiden berkirim surat ke Sekjen PBB untuk memberi perhatian pada masalah ketahanan pangan global.

"Ini direspon dengan pembentukan kelompok kerja PBB yang menangani keamanan pangan global," katanya.

Indonesia juga terlibat pembahasan di G8 yang kemudian diadopsi di G20 mengenai perlunya investasi yang bertanggungjawab di sektor pertanian. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009